Meskipun harga Bitcoin (BTC) berhasil meroket dan kembali menembus level $74.000, data dari pasar derivatif mengindikasikan bahwa para trader profesional masih bersikap skeptis dan mempertahankan posisi bearish untuk melindungi aset mereka dari potensi penurunan.
Katalis Pendorong Harga (Sentimen Positif)
Kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini didukung oleh beberapa faktor:
-
Tren Pasar Saham: Sentimen positif yang mengekor kenaikan indeks Nasdaq menjelang konferensi AI global Nvidia GTC 2026.
-
Data Ekonomi: Penurunan harga minyak dunia dan pertumbuhan sektor manufaktur di AS yang mendukung aset berisiko.
-
Akumulasi Institusional: Terjadi dorongan beli yang masif, di mana perusahaan strategi investasi memborong 22.337 BTC dalam sepekan, ditambah aliran dana masuk sebesar 11.117 BTC ke ETF Bitcoin spot di AS.
Alasan Trader Tetap Ragu (Sentimen Negatif)
Walaupun ada dorongan institusional yang kuat, pasar derivatif justru menunjukkan indikator ketakutan:
-
Premi Futures Rendah: Premi kontrak berjangka bulanan Bitcoin hanya berada di angka 2%, jauh di bawah rentang netral (4% – 8%). Hal ini mencerminkan kurangnya antusiasme pasar dalam 30 hari terakhir.
-
Sinyal Ketakutan di Pasar Opsi: Indikator delta skew pada opsi Bitcoin tertahan di level 13% selama lima minggu berturut-turut, menandakan bahwa para “Paus” (whales) lebih memilih membayar lebih mahal untuk opsi jual (put options) guna menghindari risiko kerugian.
-
Faktor Historis & Fundamental: Ketidakpastian mengenai jadwal eksekusi Cadangan Bitcoin Strategis AS, kekhawatiran terkait komputasi kuantum, serta efek trauma dari likuidasi besar-besaran senilai $19 miliar pada Oktober 2025 lalu.
Dampak Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Ketegangan geopolitik global turut membatasi agresivitas investor. Penutupan Selat Hormuz akibat ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran akan krisis energi global berkepanjangan (harga minyak WTI tertahan di $95/barel). Kondisi ini mendorong investor memindahkan dana ke aset safe-haven konvensional seperti obligasi pemerintah AS (US Treasury), mengabaikan posisi Bitcoin yang belakangan ini pergerakannya terlepas (decoupling) dari emas.
Kesimpulan
Meski minat beli institusional sedang sangat tinggi, keraguan kuat yang tercermin di pasar derivatif membuktikan bahwa bayang-bayang sentimen bearish masih menyelimuti pergerakan Bitcoin saat ini.









