Blockped

image_2026-03-14_121943681

Bank Sentral Inggris Mulai Lebih Terbuka terhadap Stablecoin, Namun Menilai Masukan Industri Masih Kurang

Bank of England menyatakan kesediaannya untuk menyesuaikan kerangka regulasi stablecoin yang sedang diusulkan. Namun, salah satu pejabat bank tersebut menilai bahwa tanggapan dari pelaku industri kripto masih belum cukup konstruktif.

Deputi Gubernur Sarah Breeden menjelaskan bahwa pembatasan kepemilikan stablecoin yang diusulkan bertujuan untuk mengurangi risiko perpindahan dana besar-besaran dari deposito bank ke stablecoin. Perpindahan semacam itu dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sektor perbankan.

Menurut Breeden, pembatasan tersebut hanyalah salah satu pendekatan untuk mengelola risiko tersebut dan pihak bank terbuka terhadap alternatif lain. Namun ia juga menyatakan bahwa banyak kritik dari industri belum disertai dengan usulan solusi yang jelas.

Ia mengatakan bahwa banyak pihak dari industri hanya menyampaikan keberatan terhadap kebijakan tersebut tanpa menawarkan cara lain untuk mengatasi masalah yang sama.

Sementara itu, pandangan tersebut tidak sepenuhnya disetujui oleh pelaku industri. Nick Rhodes dari platform aset digital Zumo menyebut bahwa selama dua tahun terakhir para pelaku industri telah meninjau ribuan halaman dokumen konsultasi dari regulator serta mengikuti berbagai diskusi dan pertemuan meja bundar.

Menurut Rhodes, tantangan utama bagi regulator dan industri adalah merancang kerangka regulasi komprehensif untuk pasar yang masih dalam tahap perkembangan. Dalam kondisi tersebut, penyediaan data konkret memang sulit dilakukan, sehingga pendekatan regulasi berbasis prinsip dengan aturan yang lebih fleksibel dinilai lebih tepat.

Pendiri sekaligus CEO Zumo, Nick Jones, juga menyatakan bahwa berbagai kelompok industri sebenarnya telah berupaya memberikan rekomendasi dalam waktu yang relatif singkat. Ia menilai proses diskusi dapat menjadi lebih produktif jika Bank of England mengadopsi pendekatan seperti model workshop Spring milik Financial Conduct Authority (FCA), yang berfokus pada penggunaan praktis teknologi untuk membantu regulator memahami implikasinya.

Konsep “multi-moneyverse” dalam sistem keuangan

Dalam pernyataannya, Breeden juga menegaskan bahwa Bank of England terbuka terhadap penerbitan uang yang ditokenisasi oleh lembaga nonbank. Ia menggambarkan masa depan sistem keuangan sebagai sebuah “multi-moneyverse”, di mana berbagai bentuk uang dan metode pembayaran dapat berdampingan.

Konsep ini menggambarkan ekosistem dengan lebih banyak pilihan serta persaingan antar bentuk uang, sementara teknologi memungkinkan transaksi menjadi lebih cepat, murah, dan inovatif. Meskipun demikian, sistem tersebut tetap harus didukung oleh kepercayaan publik terhadap nilai uang itu sendiri.

Bagi industri kripto, gagasan kompetisi antar bentuk uang ini merupakan perkembangan positif dalam cara pandang Bank of England terhadap stablecoin. Rhodes menyebut perubahan ini sebagai evolusi signifikan dibandingkan pandangan sebelumnya.

Namun demikian, pandangan tersebut masih berbeda dengan sikap Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, yang sebelumnya menyatakan bahwa stablecoin tidak dimaksudkan untuk menggantikan uang bank komersial.

Jones menilai sikap bank sentral terhadap aset digital secara umum mulai melunak. Ia mengatakan bahwa semakin terbukanya regulator terhadap berbagai bentuk uang menunjukkan kemungkinan stablecoin yang didukung pound sterling dapat hidup berdampingan dengan sistem keuangan tradisional.

Menurutnya, berbagai bentuk uang digital nantinya akan memiliki kegunaan yang berbeda. Misalnya, investor institusi mungkin lebih nyaman menggunakan deposito yang ditokenisasi, sementara perusahaan pembayaran ritel dapat memanfaatkan efek jaringan dari stablecoin.

Regulasi masih dapat berubah

Langkah berikutnya yang ditunggu industri adalah keputusan kebijakan final dari Bank of England. Namun, revisi terhadap proposal regulasi masih memungkinkan.

Pelaku industri saat ini masih mendorong agar pembatasan kepemilikan stablecoin dihapus serta aturan modal yang menyerupai bank tidak diterapkan pada penerbit stablecoin. Jones berpendapat bahwa persyaratan tersebut tidak sesuai bagi penerbit stablecoin yang sepenuhnya didukung oleh cadangan aset.

Sebagai gantinya, ia menyarankan agar pengawasan difokuskan pada kualitas cadangan serta transparansi pengelolaan dana.

Saat ini Bank of England mengusulkan agar penerbit stablecoin menempatkan 40% cadangan mereka dalam bentuk deposito di bank sentral tanpa imbal hasil, sementara hingga 60% sisanya dapat disimpan dalam obligasi pemerintah Inggris jangka pendek yang berkualitas tinggi.

Kebijakan tersebut sebagian didasarkan pada pengalaman krisis sebelumnya, seperti runtuhnya Silicon Valley Bank pada 2023 yang sempat menyebabkan stablecoin USD Coin kehilangan patokan nilainya.

Jones juga menyarankan agar regulator mempertimbangkan pemberian imbal hasil pada sebagian dana cadangan yang ditempatkan di Bank of England agar model bisnis stablecoin tetap layak secara komersial.

Ia menambahkan bahwa Inggris memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat perkembangan stablecoin di dunia, namun hal tersebut hanya dapat tercapai jika regulasi yang diterapkan bersifat proporsional dan kompetitif.

Picture of pediadmin

pediadmin

You may also like