Blockped

image_2026-03-13_151921548

“Not Your Keys, Not Your Coins”: Apa yang Dibutuhkan untuk Self-Custody yang Sebenarnya

Salah satu janji utama cryptocurrency adalah kepemilikan aset yang terdesentralisasi dan sepenuhnya berada di tangan pengguna. Namun dalam praktiknya, banyak dana yang disimpan di bursa terpusat telah hilang selama bertahun-tahun akibat berbagai kegagalan. Dari berbagai peristiwa tersebut, para pengguna kripto kembali diingatkan pada prinsip yang sering diulang di industri ini: “Not your keys, not your coins.”

Laporan terbaru dari Cointelegraph Research yang disusun bersama Trezor — produsen hardware wallet pertama — membahas bagaimana kesadaran ini memengaruhi perilaku investor. Laporan berjudul “The Future of Self-Custody: Turning Ownership Into Security” tersebut menganalisis hasil survei pengguna, evaluasi berbagai kegagalan bursa kripto, serta perkembangan arsitektur dompet digital modern untuk menjelaskan mengapa self-custody menjadi isu penting dalam keamanan kripto pada 2026.

Data survei menunjukkan menurunnya tingkat kepercayaan pengguna terhadap bursa kripto terpusat. Sebagian besar responden menyatakan kepercayaan mereka terhadap platform tersebut lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya. Salah satu faktor utama yang masih memengaruhi persepsi tersebut adalah runtuhnya FTX.

Walaupun regulasi baru seperti Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA) meningkatkan pengawasan terhadap layanan kustodian, banyak pengguna menyadari bahwa akses terhadap aset tetap dapat dibatasi atau dihentikan oleh keputusan pihak ketiga. Karena itu, memindahkan aset ke self-custody semakin dipandang sebagai strategi manajemen risiko.

Namun, setelah aset dipindahkan ke sistem self-custody, keamanan tidak lagi bergantung pada perlindungan institusi, melainkan pada disiplin operasional pengguna. Survei menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna menggunakan arsitektur dompet yang relatif sederhana, tetapi masih banyak yang salah memahami batasan teknologi tersebut.

Hardware wallet memang dapat mengurangi risiko peretasan jarak jauh secara signifikan, tetapi tidak sepenuhnya mencegah kerugian yang disebabkan oleh kesalahan pengguna.

Karena itu, laporan tersebut menekankan bahwa faktor perilaku pengguna jauh lebih penting dibandingkan sekadar perangkat yang digunakan. Hal-hal seperti cara memverifikasi transaksi, bagaimana menyimpan recovery phrase, serta pemahaman terhadap berbagai ancaman di dunia nyata menjadi elemen kunci dalam menjaga keamanan aset.

Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa kepemilikan aset digital tidak otomatis berarti keamanan. Self-custody yang efektif hanya dapat tercapai melalui praktik penggunaan yang disiplin serta pemahaman yang jelas mengenai perlindungan apa yang diberikan — dan tidak diberikan — oleh sistem penyimpanan aset kripto.

Picture of pediadmin

pediadmin

You may also like