Setelah sempat terjerat sengketa hukum panjang dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), bursa kripto Binance.US kini menatap babak baru. Perusahaan resmi menunjuk Stephen Gregory, seorang mantan eksekutif di bidang kepatuhan hukum (compliance), sebagai CEO baru untuk memimpin rencana ekspansi mereka di Amerika Serikat.
Poin-Poin Utama:
-
Pergantian Pemimpin: Stephen Gregory resmi mengambil alih posisi CEO dari Norman Reed pada 9 Maret. Reed kini akan bertugas sebagai penasihat perusahaan.
-
Profil Veteran Kripto: Gregory memiliki rekam jejak yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai CEO Currency.com, Kepala Kepatuhan Hukum di CEX.IO, serta Pejabat Kepatuhan di Gemini.
-
Fokus Ekspansi: Binance.US tidak lagi sekadar menjadi tempat jual-beli kripto, melainkan akan merambah ke layanan Decentralized Finance (DeFi), aset yang ditokenisasi (tokenized assets), dan memperluas program staking.
Visi Sang CEO Baru
Gregory menyatakan kebanggaannya dapat memimpin tim Binance.US untuk membangun platform terbaik bagi investor kripto di AS.
“Merek Binance.US sangat kuat, didorong oleh sang pendiri, Changpeng Zhao (CZ), yang terus mengadvokasi agar AS menjadi ibu kota kripto dunia,” ujar Gregory.
Bangkit dari Tekanan Hukum
Penunjukan ini menandai titik balik yang signifikan bagi Binance.US. Pada tahun 2023 lalu, perusahaan sempat dituntut oleh SEC dengan tuduhan beroperasi sebagai bursa yang tidak terdaftar. Akibatnya, mereka terpaksa beroperasi hanya dengan transaksi kripto selama beberapa waktu.
Namun, angin segar datang pada bulan Mei lalu ketika SEC secara resmi membatalkan gugatan tersebut secara permanen (with prejudice). Pembatalan ini menambah daftar panjang tindakan keras kripto yang ditarik kembali oleh agensi tersebut di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Setahun yang lalu, Binance.US juga telah berhasil memulihkan layanan setoran dan penarikan dalam mata uang Dolar AS.
Rencana Produk dan Layanan Baru
Selama setahun terakhir, Binance.US terus berinovasi dengan meluncurkan program rujukan (referral) dan penawaran reward serta staking. Ke depannya, bursa ini berencana untuk:
-
Terus memperluas produk staking kripto mereka.
-
Memperkenalkan layanan baru seputar DeFi dan aset yang ditokenisasi.
Langkah ini sejalan dengan tren industri bursa kripto saat ini. Banyak platform mulai berekspansi di luar layanan perdagangan konvensional, seperti menawarkan aset digital yang terikat dengan saham tradisional, serta memikat pelanggan dengan berbagai produk yang menghasilkan imbal hasil (yield).









