Blockped

image_2026-03-07_103351907

Harga Bitcoin Kembali Turun di Bawah $70.000: Tiga Faktor Utama di Baliknya

Harga Bitcoin kembali turun ke bawah level $70.000 setelah mengalami penurunan sekitar 5% dalam dua hari terakhir. Penurunan ini membuat BTC kembali berada dalam kisaran pergerakan harga bulanan yang sebelumnya sempat ditembus.

Data pasar menunjukkan bahwa area sekitar $70.000 kini menjadi titik resistensi penting. Arus data onchain, aktivitas pasar futures, serta melemahnya volume perdagangan di pasar spot mengindikasikan adanya tekanan jual baru yang menghambat upaya Bitcoin untuk mempertahankan level harga tertinggi minggu ini.

Aksi ambil untung dari pemegang jangka pendek

Salah satu faktor utama penurunan harga berasal dari aksi ambil untung oleh pemegang Bitcoin jangka pendek. Saat harga sempat naik di atas $74.000, banyak investor dari kelompok ini mulai menjual aset mereka untuk mengunci keuntungan.

Analis kripto Darkfost melaporkan bahwa lebih dari 27.000 BTC yang sedang berada dalam posisi profit dipindahkan ke bursa dalam 24 jam terakhir oleh pemegang jangka pendek. Lonjakan ini termasuk salah satu transfer keuntungan terbesar dari kelompok tersebut sejak November 2025.

Menurut Darkfost, sebagian besar keuntungan yang direalisasikan berasal dari BTC yang dibeli sekitar satu minggu hingga satu bulan sebelumnya, dengan harga rata-rata sekitar $68.000.

Tekanan jual juga terlihat di pasar futures

Aktivitas serupa juga terlihat pada data pasar futures. Analis pasar IT Tech mencatat bahwa indikator cumulative volume delta (CVD) di pasar spot maupun futures perpetual menunjukkan angka negatif.

CVD mengukur selisih antara volume pembelian dan penjualan. Ketika indikator ini bernilai negatif, artinya tekanan jual lebih dominan dibandingkan pembelian.

Dalam data terbaru, CVD pasar spot tercatat sekitar –$202,49 juta, sementara CVD pada futures perpetual turun hingga –$185,60 juta. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan turunnya harga Bitcoin di bawah $70.000 karena likuiditas pembeli di pasar mulai berkurang.

Permintaan dari investor AS mulai melemah

Indikasi melemahnya permintaan juga terlihat dari Coinbase Premium Index, yaitu indikator yang mengukur selisih harga Bitcoin di platform Coinbase dibandingkan dengan bursa kripto luar negeri.

Biasanya, angka premium positif menandakan permintaan kuat dari investor berbasis di Amerika Serikat. Namun, setiap kali harga Bitcoin mendekati $74.000, indikator ini justru mulai melemah.

Ketika BTC sempat naik ke kisaran $73.000–$74.000 pada hari Rabu, premium sempat melonjak di atas 0,08 yang menunjukkan aktivitas beli cukup kuat. Namun tidak lama kemudian harga kembali turun dari level tersebut dan indikator premium berubah menjadi negatif.

Pendiri MN Capital, Michaël van de Poppe, menyebut bahwa sesi perdagangan AS pada hari Jumat belakangan ini sering memicu aksi jual di berbagai aset berisiko, termasuk indeks saham teknologi seperti Nasdaq Composite.

Ia menilai bahwa selama Bitcoin mampu bertahan di kisaran $67.000 hingga $68.000, tren jangka pendek masih bisa stabil sebelum potensi kenaikan berikutnya.

Sementara itu, trader kripto Titan of Crypto menyoroti adanya area fair value gap (FVG) di dekat harga saat ini yang dapat menjadi zona konsolidasi. FVG terbentuk ketika harga bergerak cepat dan meninggalkan area likuiditas rendah dengan sedikit transaksi.

Dalam analisis teknikal, harga sering kali kembali mengunjungi area tersebut untuk menyeimbangkan likuiditas pasar. Batas bawah zona FVG ini berada di sekitar $66.500, yang kini dipantau sebagai kemungkinan area likuiditas berikutnya jika harga turun lebih dalam.

Picture of pediadmin

pediadmin

You may also like