Blockped

image_2026-03-06_154928501

Regulator AS Tegaskan Sekuritas Bertokenisasi Tunduk pada Aturan Modal yang Sama

Regulator perbankan di Amerika Serikat menegaskan bahwa sekuritas yang diterbitkan dalam bentuk token digital akan diperlakukan sama dengan sekuritas tradisional dalam hal aturan permodalan. Prinsip ini disebut sebagai pendekatan yang “netral terhadap teknologi.”

Dalam pernyataan bersama, Federal Reserve, Federal Deposit Insurance Corporation, dan Office of the Comptroller of the Currency menyampaikan bahwa baik sekuritas konvensional maupun yang berbasis token akan mengikuti ketentuan modal bank yang sama.

Menurut para regulator, teknologi yang digunakan untuk menerbitkan atau memperdagangkan suatu sekuritas pada dasarnya tidak memengaruhi perlakuan modalnya. Oleh karena itu, sekuritas yang telah ditokenisasi akan diperlakukan sama seperti versi non-tokenisasi dari aset yang sama berdasarkan aturan permodalan yang berlaku.

Dengan panduan terbaru ini, lembaga keuangan tidak diwajibkan untuk melakukan over-collateralization saat menyimpan sekuritas bertokenisasi di neraca mereka, berbeda dengan perlakuan terhadap aset digital yang masih dianggap belum terbukti atau memiliki volatilitas tinggi.

Peningkatan minat dari sektor keuangan tradisional terhadap tokenisasi aset menjadi salah satu alasan regulator mengeluarkan panduan tersebut.

Selain itu, regulator juga menyatakan bahwa derivatif yang merujuk pada sekuritas bertokenisasi yang memenuhi syarat harus diperlakukan sama dengan derivatif yang merujuk pada sekuritas versi tradisionalnya dalam perhitungan modal.

Sekuritas bertokenisasi juga tetap dapat dikategorikan sebagai jaminan keuangan (financial collateral), selama memenuhi syarat tertentu, seperti memiliki likuiditas yang memadai serta dimiliki atau dikendalikan secara sah oleh institusi yang dapat menjualnya jika pihak peminjam gagal memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian jaminan.

Para regulator menambahkan bahwa jika sekuritas bertokenisasi memenuhi definisi sebagai “financial collateral,” maka aset tersebut dapat diakui sebagai alat mitigasi risiko kredit dalam perhitungan aturan modal bank, selama semua persyaratan lain yang relevan terpenuhi.

Tokenisasi aset sendiri semakin menarik perhatian perusahaan keuangan besar. Beberapa institusi ternama seperti JPMorgan, BlackRock, dan Franklin Templeton telah mulai terlibat di sektor ini melalui berbagai investasi maupun pengembangan infrastruktur.

Salah satu daya tarik utama tokenisasi adalah kemampuannya memungkinkan perdagangan aset selama 24 jam sehari melalui blockchain, berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang umumnya hanya beroperasi dalam jam perdagangan tertentu.

Picture of pediadmin

pediadmin

You may also like