Alchemy meluncurkan sistem yang memungkinkan agen AI otonom melakukan pembayaran secara langsung menggunakan wallet onchain dan USDC di jaringan Base. Sistem ini dirancang agar agen AI dapat membeli kredit komputasi serta mengakses layanan data blockchain tanpa campur tangan manusia.
Dalam rilis awalnya, agen AI sudah bisa melakukan berbagai fungsi seperti meng-query jaringan blockchain, memeriksa kepemilikan NFT, melihat saldo wallet di berbagai chain, serta mengakses harga token secara real-time. Ke depan, Alchemy berencana menambahkan dukungan untuk lebih banyak jaringan dan layanan.
Jika kredit komputasi yang dimiliki agen habis, sistem Alchemy akan mengirimkan permintaan pembayaran yang dapat langsung diselesaikan otomatis menggunakan USDC di Base. Dengan mekanisme ini, agen dapat terus beroperasi tanpa perlu persetujuan atau tindakan manual dari manusia. Bahkan, akun bisa didanai mulai dari hanya 1 dolar AS dalam bentuk USDC, lalu agen dapat terus melakukan pemanggilan API hingga saldo habis dan pembayaran otomatis berikutnya diperlukan.
Sistem pembayaran ini memanfaatkan standar x402 milik Coinbase, yang mengubah respons HTTP “402 Payment Required” menjadi pemicu penagihan otomatis. Standar terbuka ini memungkinkan layanan web meminta pembayaran onchain secara langsung melalui respons HTTP, sehingga transaksi antar mesin dapat berlangsung tanpa proses invoicing manual.
CEO Alchemy, Nikil Viswanathan, menyatakan bahwa sistem ini ditujukan untuk para developer yang membangun agen DeFi otonom, bot manajemen portofolio, dan workflow onchain yang kompleks. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah aplikasi kripto besar seperti Robinhood Crypto, Uniswap, OpenSea, Aave, dan 0x telah menggunakan infrastruktur Alchemy untuk mendukung transaksi mereka. Kini, menurutnya, agen AI dapat mengakses infrastruktur yang sama secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, menandai lahirnya “ekonomi agen” yang benar-benar otonom.
Dalam setahun terakhir, adopsi agen AI meningkat pesat. Agen AI sendiri merupakan sistem perangkat lunak yang dapat mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri berdasarkan tujuan yang telah ditentukan serta data real-time. Survei McKinsey pada November menunjukkan bahwa sekitar 23% organisasi mulai memperluas penggunaan sistem berbasis agen.
Perkembangan ini juga terlihat dari berbagai inisiatif di industri kripto. AI.com yang didirikan CEO Crypto.com, Kris Marszalek, berencana meluncurkan agen AI otonom untuk pengguna ritel yang dapat melakukan perdagangan saham, mengotomatiskan alur kerja, dan menangani tugas digital rutin. Coinbase juga memperkenalkan “Agentic Wallets,” infrastruktur wallet kripto yang memungkinkan agen AI membelanjakan, memperoleh, dan memperdagangkan aset digital secara mandiri, termasuk mengelola posisi DeFi, menyeimbangkan ulang portofolio, serta membayar layanan onchain.
Sementara itu, komunitas developer Monad melalui ajang Moltiverse Hackathon mengumumkan 16 proyek pemenang bertema “agent + token.” Beberapa di antaranya mencakup agen venture capital terprogram yang dapat mengevaluasi dan berinvestasi secara otomatis, arena pertarungan multiplayer berbasis AI, jaringan kencan AI di mana agen mewakili manusia, serta permainan kartu trading yang dijalankan sepenuhnya oleh perangkat lunak tanpa pemain manusia.









