Poin-Poin Utama:
- Perbedaan Performa yang Drastis: Sepanjang tahun 2024 hingga 2026, pergerakan Bitcoin dan emas sangat bertolak belakang. Emas melonjak hingga 153%, sementara Bitcoin justru merosot sekitar 30%.
- Ketergantungan Bitcoin pada Saham Teknologi: Tidak seperti emas yang stabil mengikuti pertumbuhan jumlah uang beredar global, Bitcoin ternyata sangat bergantung pada tingginya minat spekulatif di sektor saham teknologi (seperti AI dan perangkat lunak).
- Pergeseran Minat Investor Kripto: Para pengguna di bursa kripto mulai beralih memburu produk yang terkait dengan emas, sementara saldo aset kripto di bursa-bursa besar mengalami penurunan tajam.
Ringkasan Artikel:
Saat ini, selera risiko investor terhadap Bitcoin dan mata uang kripto sedang terpecah, seiring dengan beralihnya fokus pasar ke AI, saham teknologi, dan aset aman seperti emas.
Menurut Jurrien Timmer, Direktur Makro Global dari Fidelity, emas saat ini bertindak sebagai aset “uang keras” (hard money) yang murni. Harganya naik sejalan dengan pertumbuhan jumlah uang beredar global (M2). Di sisi lain, meskipun Bitcoin juga memiliki sifat hard money yang merespons jumlah uang beredar, ia memiliki sensitivitas tinggi terhadap tren spekulatif.
Data historis pada 2017–2018 dan 2020–2021 menunjukkan bahwa reli besar Bitcoin selalu terjadi bersamaan dengan meroketnya saham-saham perangkat lunak. Namun saat ini, meskipun likuiditas uang beredar cukup tinggi, sentimen spekulatif di sektor teknologi sedang lesu. Hal inilah yang menyebabkan emas terus mencetak rekor sementara Bitcoin tertinggal.
Tren Emas di Bursa Kripto dan Penurunan Saldo
Menariknya, permintaan terhadap emas justru meningkat pesat di dalam platform kripto itu sendiri. Sejak Binance meluncurkan perdagangan berjangka (futures) emas pada 5 Januari 2026, volume kumulatifnya hampir menyentuh $35 miliar. Lonjakan aktivitas ini menunjukkan tingginya minat investor kripto untuk memiliki aset tradisional (seperti emas) dalam bentuk token digital, terutama saat harga emas sedang terkoreksi.
Berbanding terbalik dengan antusiasme pada emas, nilai portofolio kripto (BTC, ETH, dll.) di Binance justru anjlok ke angka terendah sejak April 2025, yakni turun dari sekitar $140 miliar pada Agustus 2025 menjadi $102 miliar. Penurunan senilai $38 miliar ini mencerminkan turunnya harga aset dan tindakan pengguna yang lebih memilih menarik dana mereka ke dompet pribadi (self-custody) untuk mengamankan aset di tengah kondisi pasar yang tidak pasti. Ini juga menandakan bahwa likuiditas pasar Bitcoin dalam jangka pendek sedang tipis.









