Perusahaan AI dan kripto Genius Group mengumumkan bahwa mereka telah menjual seluruh cadangan Bitcoin pada kuartal pertama 2026 untuk melunasi utang sebesar $8,5 juta. Langkah ini menambah daftar perusahaan yang mulai melepas aset Bitcoin di tengah kondisi pasar yang kurang menguntungkan.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka akan kembali membangun cadangan Bitcoin ketika kondisi pasar dianggap lebih stabil dan mendukung.
Keputusan ini cukup kontras dengan strategi “Bitcoin-first” yang sebelumnya diumumkan pada November 2024, di mana Genius Group berkomitmen untuk menyimpan hingga 90% atau lebih dari cadangan mereka dalam bentuk Bitcoin.
Pada Maret 2026, perusahaan diketahui masih memiliki sekitar 84 BTC dengan nilai sekitar $5,7 juta. Namun, jumlah tersebut telah menurun sejak April 2025, ketika perusahaan sempat dibatasi oleh pengadilan AS untuk memperluas kepemilikan Bitcoin. Aktivitas pembelian baru kembali dilakukan pada Juni tahun yang sama.
Meski melakukan penjualan aset, kinerja keuangan perusahaan justru menunjukkan peningkatan signifikan. Pendapatan naik 171% secara tahunan menjadi $3,3 juta, sementara laba kotor meningkat 228% menjadi $2 juta. Bahkan, perusahaan berhasil berbalik dari kerugian operasional $500.000 di Q1 2025 menjadi laba bersih $2,7 juta di Q1 2026.
Tren Perusahaan Jual Bitcoin di 2026
Genius Group bukan satu-satunya perusahaan yang menjual Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir.
MARA Holdings, misalnya, melepas 15.133 BTC senilai sekitar $1,1 miliar pada Maret. Penjualan ini menurunkan total kepemilikan mereka menjadi 38.689 BTC, sekaligus membuat posisinya turun ke peringkat ketiga dalam daftar perusahaan dengan cadangan Bitcoin terbesar.
Dana hasil penjualan digunakan untuk membeli kembali obligasi konversi senilai sekitar $1 miliar, sementara sisanya digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan.
Perusahaan mining lainnya, Bitdeer, juga menjual seluruh 943 BTC yang dimilikinya pada Februari, termasuk koin hasil tambang terbaru, sehingga cadangan Bitcoin mereka kini menjadi nol.
Selain itu, Cango Inc. menjual 4.451 BTC, sementara GD Culture Group mengonfirmasi rencana penjualan sebagian dari 7.500 BTC yang mereka miliki.
Strategy Tetap Agresif Beli Bitcoin
Di tengah tren penjualan ini, Strategy yang dipimpin oleh Michael Saylor justru mengambil langkah sebaliknya. Perusahaan tersebut terus menambah kepemilikan Bitcoin dan menjadi pembeli terbesar sepanjang tahun ini.
Menurut laporan BitcoinMiningStock, jika pembelian dari Strategy tidak dihitung, maka aktivitas pembelian Bitcoin oleh perusahaan lain sebenarnya mengalami penurunan drastis.
Pembelian terbaru Strategy terjadi pada 23 Maret dengan tambahan 1.031 BTC. Sepanjang 2026, perusahaan ini telah mengakumulasi total 89.581 BTC dengan nilai sekitar $6,1 miliar berdasarkan harga pasar saat ini.









