Harga Bitcoin melemah sementara harga minyak melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato terkait konflik dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil langkah militer yang lebih agresif dalam beberapa minggu ke depan.
Setelah pidato tersebut, harga minyak mentah naik kembali ke atas $100 per barel, bahkan sempat mencapai sekitar $103,59. Sebaliknya, Bitcoin justru mengalami penurunan sekitar 2%, turun hingga kisaran $66.900.
Trump Klaim Operasi Militer Hampir Selesai
Dalam pidato di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa militer AS hampir menyelesaikan operasi yang disebut “Operation Epic Fury.” Ia mengklaim bahwa kemampuan nuklir dan angkatan laut Iran telah dilumpuhkan, serta kapasitas drone, rudal, dan produksi senjata negara tersebut telah sangat berkurang.
Trump juga menegaskan bahwa serangan lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menyebut dalam 2 hingga 3 minggu ke depan, AS akan “menyerang dengan sangat keras” untuk memastikan semua target militer tercapai.
Dampak ke Pasar Global
Konflik di Timur Tengah memang telah memengaruhi berbagai pasar dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari saham hingga kripto dan energi.
Sebelumnya, harga minyak sempat turun setelah Trump memberi sinyal bahwa perang akan segera berakhir. Namun, pidato terbarunya justru memicu kenaikan kembali harga minyak.
Di sisi lain, pasar kripto menunjukkan reaksi negatif, dengan Bitcoin yang terus mengalami tekanan setelah pernyataan tersebut.
Negosiasi Masih Berlangsung
Meski retorika militer meningkat, Trump juga menyebut bahwa negosiasi masih terus berjalan. Amerika Serikat menuntut Iran untuk menghentikan program nuklirnya, membuka jalur perdagangan laut, serta menghentikan dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan.
Sebaliknya, Iran menginginkan penghentian perang secara permanen, kompensasi atas kerusakan, serta penarikan kehadiran militer AS dari wilayah tersebut.
Trump menambahkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai dalam waktu dekat, AS telah menyiapkan target-target penting untuk diserang.
Blokade Minyak dan Prospek Ekonomi
Ketegangan meningkat sejak Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai balasan, Iran memblokade Selat Hormuz—jalur penting distribusi minyak dunia—yang menyebabkan gangguan pasokan global.
Trump menyatakan bahwa blokade tersebut pada akhirnya akan berakhir dengan sendirinya seiring berakhirnya konflik. Ia berpendapat bahwa Iran akan kembali membuka jalur tersebut demi memulihkan ekonominya melalui ekspor minyak.
Ia juga optimistis bahwa harga bahan bakar akan turun dan pasar saham akan kembali menguat setelah konflik mereda.









