CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyebut bahwa stablecoin berpotensi menjadi “ChatGPT moment” bagi dunia bisnis—yakni titik di mana adopsi teknologi meningkat drastis karena manfaatnya mulai terasa nyata. Menurutnya, banyak perusahaan kini mulai serius mempertimbangkan penggunaan stablecoin untuk sistem pembayaran yang lebih cepat dan efisien.
Dalam wawancaranya dengan FOX Business, Garlinghouse menjelaskan bahwa diskusi terkait stablecoin kini sudah sampai ke level tertinggi perusahaan. Mulai dari dewan direksi hingga CEO perusahaan besar seperti Fortune 500 dan Fortune 2000, mereka mulai bertanya kepada tim keuangan tentang strategi penggunaan stablecoin dalam operasional bisnis.
Ia menekankan bahwa memberikan opsi ini kepada CFO dan treasurer perusahaan bisa menjadi kunci utama adopsi. Dari sinilah, stablecoin berpotensi menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk memanfaatkan berbagai layanan berbasis blockchain secara lebih luas.
Volume Stablecoin Melonjak, Potensi Terus Tumbuh
Data menunjukkan bahwa penggunaan stablecoin sudah berkembang sangat pesat. Sepanjang 2025, volume transaksi stablecoin mencapai lebih dari $33 triliun. Sebagian besar aktivitas ini masih didominasi oleh Tether (USDT) dan Circle (USDC), yang menyumbang hampir 90% dari total volume tersebut.
Ke depan, pertumbuhan ini diperkirakan akan semakin besar. Bloomberg Intelligence memproyeksikan bahwa arus transaksi stablecoin bisa mencapai $56,6 triliun pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 80%. Jika tercapai, stablecoin akan menjadi salah satu alat pembayaran paling penting dalam sistem keuangan global.
Ripple Perkuat Posisi di Pasar Stablecoin
Untuk ikut bersaing di pasar ini, Ripple meluncurkan stablecoin mereka sendiri, Ripple USD, pada Desember 2024. Saat ini, aset tersebut telah masuk dalam 10 besar stablecoin berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar $1,4 miliar menurut data CoinGecko.
Selain itu, Ripple juga memperkuat infrastruktur pembayarannya melalui dua akuisisi besar: Hidden Road, perusahaan prime brokerage berbasis institusi senilai $1,25 miliar, serta platform treasury korporat GTreasury senilai $1 miliar.
Garlinghouse menyebut bahwa langkah-langkah ini berkontribusi pada performa perusahaan yang sangat kuat, bahkan diperkirakan akan mencetak “rekor kuartal” dalam waktu dekat.
Regulasi Jadi Faktor Penentu Adopsi
Di sisi lain, perkembangan industri kripto—termasuk stablecoin—juga sangat dipengaruhi oleh regulasi. Garlinghouse menilai bahwa adopsi akan semakin cepat jika regulasi yang jelas, seperti CLARITY Act, berhasil disahkan di Amerika Serikat.
Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan yang stabil dan tidak dipolitisasi, agar industri dapat berkembang secara sehat. Menurutnya, pelaku pasar ingin kepastian hukum yang mendukung inovasi, bukan kebijakan yang justru menghambat pertumbuhan.









